Rizieq Shihab’s legal team will make a complaint to the Judicial Commission

Tim hukum Rizieq Shihab akan mengajukan surat pengaduan ke Komisi Yudisial terkait penangkapan kembali kliennya berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Kami akan protes. Ada pelanggaran administrasi. Ini akan kami laporkan ke Komisi Yudisial, jadi kami akan mengirimkan surat hari ini secara bertahap hingga Senin kepada Ketua Mahkamah Agung, Dewan Pengawas Mahkamah Agung,” kata Rizieq. . Kuasa hukum Shihab Aziz Yanuar saat konferensi pers di Matraman, Jakarta, Kamis.

Aziz Yanuar menambahkan, tim hukum juga akan mengirimkan surat kepada Komisi III DPR di Komnas HAM terkait penangkapan baru Rizieq Shihab. Berita Terkini

Aziz mengatakan, keputusan penangkapan kembali Rizieq Shihab dilakukan dengan cara yang tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Menurut dia, masa penahanan Rizieq Shihab untuk kasus Petamburan dan Megamendung berakhir pada 8 Agustus 2021.

Read More: Members of the House of Representatives of the Republic of Indonesia asked not to apply the vaccine requirements in malls

Artinya, Senin (8/9) dia dibebaskan karena alasan hukum. Namun, kami sangat terkejut, ternyata jawaban Mahkamah Agung tidak berpuas diri, menjelaskan dasar hukumnya secara jelas, tetapi kami telah meresponsnya dengan menghentikan penetapan kasus baru, yakni RS UMMI yang berakibat fatal bagi majelis. Majelis hakim saat itu belum terlatih,” kata Aziz Yanuar. Berita Hari ini

Aziz dan tim kuasa hukumnya kembali menggugat keputusan penangkapan Rizieq Shihab, bukan melalui keputusan majelis hakim di persidangan, melainkan berdasarkan surat yang dikeluarkan Wakil Presiden Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Senin (8 September) kami baru saja mengirimkan surat banding atas kasus RS UMMI. Oleh karena itu, pada kenyataannya, majelis hakim belum terbentuk. Sedangkan sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana, baik pasal. seterusnya, yang jelas penetapannya ditentukan oleh juri dan dalam time trial,” kata Aziz Yanuar.

Sebelumnya, masa penahanan Rizieq Shihab telah diperpanjang satu bulan dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 1831/Pen.Pid/2021/PT. DKI 5 Agustus 2021 tentang Penahanan Banding dalam perkara RS UMMI dengan nomor berkas : 225/Pid.Sus// 2021/PN. Jkt. Tim atas nama Habib Rizieq Shihab. Berita Politik

Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu diperkirakan akan dibebaskan pada 9 Agustus 2021. Namun, yang bersangkutan harus ditahan karena pembalut palsu di RS UMMI Bogor hingga 7 September 2021.

Rizieq Shihab sendiri mulai ditahan pada 12 Desember 2020 karena massa di Petamburan dan Megamendung. Belakangan, Rizieq juga dijerat kasus pemalsuan tampon di RS UMMI Bogor.

Untuk kasus RS UMMI, Rizieq tidak ditahan karena ditahan untuk kasus sebelumnya, yakni massa di Petamburan dan Megamendung. Finance Solutions

Rizieq Shihab divonis delapan bulan penjara pada 27 Mei 2021 atas kasus massa Petamburan.

Kemudian, untuk kasus mafia di Megamendung, Rizieq divonis denda Rp 20 juta subsider lima bulan penjara pada 27 Mei 2021.

Rizieq divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur atas tes swab palsu di RS UMMI Bogor.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa selama enam tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *