Reza Artamevia Belum Untuk Mengajukan Rehabilitasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan, sejauh ini belum ada permintaan rehabilitasi dari Reza Artamevia. Saat ini peneliti masih fokus pada pengembangan kasus.

“Kasusnya masih berjalan dan saksi-saksi sedang diperiksa, tapi belum ada permintaan rehabilitasi,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/9). Berita Terkini

Yusri menuturkan, kelompok Reza diperbolehkan mengajukan permohonan rehabilitasi. Ini adalah hak setiap pengguna narkoba yang dilindungi undang-undang.

“Itu adalah hak seseorang dan ada aturan tentangnya. Nanti mekanismenya bisa diserahkan ke peneliti untuk dievaluasi, ”imbuhnya.

Jika permohonan rehabilitasi diterima penyidik, akan dikirim ke Badan Narkotika Nasional (BNNP) untuk dilakukan evaluasi. “Evaluasi akan menunggu setidaknya enam hari, apakah yang berkepentingan bisa direhabilitasi atau tidak. Kalau direhabilitasi, rujukan kami ke RS rehabilitasi Pasar Jumat, ”jelas Yusri. Berita Politik

Read More: Isu penolakan kebijakan protokol kesehatan tetap menjadi sumber penipuan

Sebelumnya, Yusri Yunus menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, RA telah menggunakan narkotika jenis kristal sabu selama 4 bulan atau sejak Mei 2020. “Yang bersangkutan dari hasil tes mengaku menggunakan sabu ini kurang lebih selama empat bulan. berbulan-bulan saat pandemi Covid-19, ini pengakuannya, ”ujarnya. dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (6/9).

Pihaknya saat ini sedang menjajaki alasan lain penggunaan narkoba. Ia juga mengatakan, mengenai penahanan publik terhadap tokoh-tokoh dalam kasus narkoba lainnya, sama saja, yakni pekerjaan waktu luang. Berita Hari ini

“Kami masih menjajaki pengakuan ini, kami juga menjajaki alasannya. Untuk setiap orang yang ditahan, tokoh masyarakat mengatakan bahwa mereka hanya menghabiskan waktu luangnya di rumah untuk terpengaruh oleh penggunaan barang ilegal, ”terangnya. Finance Solutions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *