Pengacara Mengklaim Tidak Bersalah Kepada Petinggi KAMI Yang Sekarang Menjadi Tersangka

Abdullah Alkatiri, Koordinator Tim Pembela Koalisi Penyelamatan Indonesia (AS), mempertanyakan alasan polisi menangkap pejabat AS seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

“Menurut saya, cukup aneh kasus ini sampai ke polisi. Kita akan bahas dulu dan dilaporkan ke pihak internal terkait, seperti Komnas HAM, Kompolnas,” kata Abdullah kepada Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/10). ).

Abdullah menyayangkan prosedur penangkapan yang tergolong tidak biasa, seperti penyitaan pisau kecil yang tidak digunakan tersangka.

Read More: Perempaun Cantik di Palembang Ditangkap Polisi, Akibat Menjual Gadis Muda Rp500 Ribu

Adapun adanya komunikasi yang menggiring masyarakat menabur kericuhan saat aksi demonstrasi, Abdullah tidak menemukan bukti semacam ini. Berita Terkini

“Tidak ada sama sekali. Terutama Anton Permana ya, dia pengamat militer. Dia mengadakan seminar di mana-mana,” kata Abdullah. Berita Politik

“Saya belum punya. Kalau saya tanya mana bohongnya. Karena pasal yang digunakan adalah pasal kebohongan. Ini pasal 14 (1), (2) dan (15). Penyebaran kebohongan ini menimbulkan kerancuan,” jelasnya. .

Bahkan sekarang Abdullah tidak tahu apa yang dituduhkan oleh polisi yang menangkap kliennya. Berita Hari ini

Pesan singkat yang ada di WA menurut kami tidak bisa dikatakan perbuatan melawan hukum. Ada Facebook, lalu ada Instagram dan sebagainya. Finance Solutions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *