Para Youtuber, Selebgram dan Selebtiktok akan di awasi pajak pertahunnya

Youtuber, Selebgram, dan Tiktoker akan diawasi secara ketat oleh kantor pajak tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan penerimaan pendapatan dari profesi yang didedikasikan untuk jejaring sosial.

Read More: Amien Rais Asks Ma’ruf Amin to Remind Jokowi About the Presidential Regulation on Alcohol Investment: This is Wrong Sir

Upaya optimalisasi penerimaan negara Youtuber, Selebgram dan Tiktoker tertuang dalam Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2020. Tindakan ini dilatarbelakangi oleh perubahan kegiatan ekonomi. Berita Terkini

DJP direvisi berdasarkan perkembangan kondisi yang terjadi pada tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, kegiatan yang dilakukan melalui tatap muka dialihkan menjadi kegiatan virtual yang memanfaatkan teknologi informasi. Berita Hari ini

Tiga perempat dari uang tersebut, kegiatan tersebut memunculkan kegiatan ekonomi baru yang menghasilkan pendapatan bagi para pelakunya. Oleh karena itu, pendapatan Youtuber, Selebgram dan Tiktoker juga meningkat dan semakin banyak orang yang menerima pekerjaan tersebut.

Oleh karena itu, DJP melihat potensi besar untuk pekerjaan yang diklasifikasikan sebagai kontributor high net worth (HWI) individu yang perlu diawasi secara ketat. Selain itu, ia juga mencari pendapatan dari YouTuber, Celebgrams, dan TikTokers dari semua bisnis komersial atau pendapatan berjalan lainnya. Berita Politik

“DJP telah mengajukan menjadi salah satu Pedoman Politik Rencana Strategis DJP (Renstra) dalam lima tahun ke depan,” kata DJP Lakin Kementerian Keuangan tahun 2020.

Dengan demikian, dalam hal pengawasan, Keputusan Direktur Jenderal Fiskal Nomor 390 / PJ / 2020 pada Oktober 2020. Optimalisasi kegiatan pengawasan WPS pada tahun 2021 akan menyasar dua program, yaitu peningkatan daya saing pengawasan SDM dan terus diupayakan. meningkatkan penerapan program Approweb.

Sebagai gambaran, data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 menunjukkan realisasi pendapatan wajib pajak orang pribadi (WP OP) bulan lalu sebesar Rp 360 miliar, turun 9,74% year on year (year by). tahun). Sedangkan prospek penerimaan WP OP pada akhir tahun 2021 sebesar Rp10,87 triliun.

Sekadar informasi, tahun lalu, saat pandemi virus corona pertama kali melanda perekonomian nasional, penerimaan OP PPh menjadi satu-satunya jenis pajak yang tumbuh, yakni 3,22% year on year. Pencapaian tersebut mencapai 11,56 triliun rupee atau setara dengan 112,92% dari target akhir tahun 2020. Finance Solutions

Terkait youtubers, celebgrams dan tiktokers, kegiatan pemantauan wajib pajak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi digital hingga tahun 2021 mencakup negosiasi wajib pajak melalui sistem elektronik nasional dan luar negeri (PMSE), termasuk pemasar online dan e-sports atau pemain WP online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *