Molotov cocktails are suspected to be related to cases handled by LBH Yogyakarta

LBH Yogyakarta mensinyalir serangan teroris yang menargetkan kantor mereka di Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta pada Sabtu (18/9/2021) terkait dengan kasus tersebut.

Direktur LBH Yogyakarta Yogi Zul Fadhli mengatakan pelaku dan motif aksi teror yang diduga berupa pelemparan bom molotov masih belum jelas. Berita Terkini

“Tapi kalau kita duga, penyerangan ini bisa terkait dengan pembelaan LBH Yogyakarta terhadap beberapa kasus struktural yang didampingi dan dibela oleh LBH Yogyakarta,” kata Yogi saat jumpa pers di kantor LBH Yogyakarta, Kotagede, Sabtu. .

Read More: Jeff Smith Freed from Prison, Says He Wants to Meet People Who Are Life’s Priorities

Beberapa kasus struktural yang saat ini sedang ditangani LBH Yogyakarta dan Yogi sudah pernah dibahas sebelumnya, antara lain kasus penggusuran warga Wadas, Purworejo; kasus 45 Guru Besar di Universitas Proklamasi; perlindungan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY tentang Larangan Demonstrasi di Kawasan Malioboro; pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Cilacap dan pabrik semen di Gombong. Berita Hari ini

Penanganan dan pendampingan untuk kasus-kasus di atas, kata Yogi, cukup intensif.

“Semuanya berjalan sangat lancar, kami memberikan bantuan untuk kasus struktural dan kasus orang miskin atau buta huruf lainnya,” tambah Yogi.

LBH menilai peristiwa ini merupakan teror terhadap para pembela hak asasi manusia dan lembaga bantuan hukum yang telah menjalankan tugas konstitusionalnya.

Ia juga melihat aksi teror ini sebagai tindakan kriminal. Karena itu, jajaran LBH sepakat melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Dan mungkin lembaga lain yang memberikan jaminan perlindungan terhadap warga negara”, lanjutnya.

“Kami sama sekali tidak takut dengan teror ini, kejadian ini hanya menambah semangat kami untuk maju dan tidak pernah berhenti membela dan memperjuangkan hak dan kepentingan para korban ketidakadilan dalam kasus struktural,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Hak Asasi Manusia UII, Eko Riyadi, menegaskan kasus ini perlu diwaspadai.

“Ini tindakan biadab yang mengancam nilai-nilai Jogja sendiri. Polisi harus seserius mungkin dalam mengungkap dan mengungkap kasus ini,” kata Eko di posisi yang sama. Berita Politik

Meski tidak ada korban jiwa, namun dugaan aksi teror ini diyakini telah merugikan Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah yang toleran, beradab, dan berwawasan ke depan. Finance Solutions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *