Jokowi Marah Akibat Anggaran Rp75 Triliun untuk Bantuan Covid-19 Ditahan-tahan

Berita Terkini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan emosinya ketika mendapati bahwa anggaran untuk mengelola virus mahkota (covid-19) senilai Rp 75 triliun tidak dimaksimalkan. Ini berdampak pada sektor kesehatan.

“Pembayaran tunjangan untuk spesialis, tenaga medis, segera dibebaskan. Biaya untuk peralatan dikeluarkan segera. Ini disediakan oleh Rs 75 triliun dengan cara itu,” kata Jokowi dalam sesi kabinet di Istana Presiden, yang dikutip pada Akun YouTube dari Sekretariat Presiden, Minggu 28 Juni. 2020

Jokowi juga mengklaim bahwa bantuan sosial (bantuan sosial) yang diberikan kepada masyarakat tidak memuaskan. Memang, pandemi co-19 membutuhkan penggunaan anggaran maksimum. Berita Hari ini

“Bantuan sosial yang telah ditunggu-tunggu masyarakat dikeluarkan segera. Jika ada masalah, bertindaklah di lapangan. Meskipun dapat ditoleransi, tidak buruk. Ini luar biasa, seharusnya 100% (menggunakan anggaran),” katanya. Jokowi.

Read More: Biaya Yang Telah dikeluarkan Untuk Insentif Kartu Prakerja Sebesar Rp216 Miliar

Jokowi mengatakan laporan pengeluaran kementerian masih normal. Kepala Negara menginstruksikan semua kementerian untuk mengeluarkan peraturan menteri jika pengeluaran anggaran menemui hambatan. Lebih lanjut, ia tidak segan-segan mengeluarkan Perpres jika masih ada kendala. Berita Politik

“Segera hilangkan pengeluaran sesegera mungkin, karena jumlah uang beredar akan meningkat, konsumsi masyarakat akan meningkat. Sekali lagi, jangan berasumsi bahwa ini akan cukup,” kata Jokowi. Finance Solutions

Leave a Reply

Your email address will not be published.