Info Lengkap Mengenai Buruh Bangunan Yang di Aceh Membunuh Ibu Kandung Demi Mertua

Seorang pekerja konstruksi di Aceh, dengan inisial NS (35), membunuh ibu kandungnya bernama Fatimah (65). Fatimah terbunuh di rumahnya di desa Gampong Meunasah Panton Labu, di distrik Tanah Jambo Aye, Aceh utara, Senin (6/8). Berita Terkini

Direktur Jenderal Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Senior Agus Sarjito, mengatakan NS bertekad untuk membunuh ibu kandungnya karena masalah keuangan. Karena ibu mertua penulis biasanya meminta uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istrinya.

Read More: Ferdian Paleka Telah Damai dengan Waria Yang Korban Prank Sejak 19 Mei

“Karena ibu mertua penulis selalu meminta uang setiap hari untuk kebutuhan istrinya, yang masih tinggal di rumah bersama ibu mertuanya,” kata Agus. Berita Hari ini

“Sehingga penyerang akan panik dan meminta uang kepada ibu mereka, karena mereka tidak diberikan untuk melakukan pembunuhan,” tambahnya. Berita Politik

Agus mengatakan bahwa NS saat ini bernama tersangka. Dia juga ditangkap oleh kantor polisi Aceh Utara.

Berikut kronologi pembunuhan ibu kandung oleh anak kandung mereka di Aceh:

Senin (8/6)

Pukul 07.00 WIB

Para penulis NS datang ke rumah ibunya untuk meminta uang. Tetapi karena tidak diberikan, penulis menjadi gila dan membunuh ibu kandung mereka menggunakan pisau. Finance Solutions

Pukul 07.30 WIB

Setelah membunuh ibu kandung mereka, penulis berpura-pura menjadi saksi. Dia segera memberi tahu polisi jika dia menemukan ibunya meninggal.

Pukul 09.00 WIB

Setelah menerima laporan, polisi segera membuat tempat kejadian. Setelah menemukan tempat kejadian kejahatan tim Inafis dari kepolisian Aceh Utara, korban meninggal karena benda tajam yang menyerang leher korban.

Pukul 12 siang WIB

Korban kemudian dibawa ke Lhokseumawe RSUCM untuk pemeriksaan mayat. Selain itu, polisi melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku pembunuhan.

Selasa (6/6)

Pagi

Setelah penyelidikan, polisi mengkonfirmasi bahwa pembunuh itu adalah seorang anak, kadang-kadang Fatimah memiliki NS provinsi. Polisi kemudian mengejar para pelaku desa Alue Bilie Rayeuk, di distrik Baktiya.

Unit Investigasi Kriminal Polisi Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi, mengatakan penulis membuat alibi seolah-olah bukan dia.

“Namun, sejak instruksi dan penyelidikan awal penyidik, penggugat akhirnya mengakui tindakannya, kasus ini masih dalam penyelidikan dan tersangka ditangkap di kantor polisi Aceh Utara,” kata Rustam.

Setelah bukti yang cukup, penggugat segera dibawa ke kantor polisi regional Aceh Utara untuk penyelidikan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.