Hoarding Oxygen and Medicine Tubes, MUI Calls the Law Haram

Penerapan Pembatasan Kegiatan Kedaruratan Masyarakat (PPKM) berlaku sejak kemarin, 3 Juli. Beberapa orang panik dan memperoleh berbagai kebutuhan.

Di sisi lain, ada sebagian masyarakat yang sangat membutuhkan obat-obatan dan tabung oksigen karena positif Covid-19. Ini jelas sangat menyedihkan, mereka yang membutuhkan tidak memiliki akses ke sana dan mengancam keselamatan hidup mereka. Berita Terkini

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh juga mengingatkan kembali Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 yang menyoroti tindakan yang menimbulkan kepanikan dan merugikan masyarakat. Cara membeli dan menyimpan sembako dan menyimpan masker adalah haram.

Read More: Anies targets 1.3 million children in Jakarta to be vaccinated against Covid-19

Baca Juga: Puluhan Pasien Meninggal di RS Sardjito, Ini Klarifikasi Masalah Oksigennya

Termasuk pembelian obat-obatan, vitamin, tabung oksigen yang menyebabkan kekurangan sehingga orang yang membutuhkan dan mendesak tidak bisa mendapatkannya.

“Tidak boleh menumpuk barang-barang penting bahkan untuk berjaga-jaga dan untuk perbekalan, sedangkan ada orang lain yang sangat membutuhkan,” jelasnya, Minggu (4/7). Berita Hari ini

Dalam hal ini, aparat harus mengambil tindakan darurat untuk mengendalikan situasi, memastikan ketersediaan, mencegah penimbunan dan menindak orang-orang yang memanfaatkan kondisi sulit.

Ia juga meminta pemerintah memastikan kecukupan dan ketersediaan oksigen, obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan pokok masyarakat secara merata. Juga mengambil tindakan hukum terhadap orang atau perusahaan yang memanfaatkan situasi pandemi untuk mencari keuntungan ekonomi dengan menahan atau mempermainkan harga, menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Berita Politik

“Demikian juga mencegah tindakan sebagian masyarakat yang menumpuk oksigen, obat-obatan, vitamin dan kebutuhan pokok yang menyulitkan masyarakat yang sangat membutuhkan akses,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk bahu membahu mendukung para korban Covid-19 agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan, antara lain ketersediaan oksigen, obat-obatan dan vitamin. Finance Solutions

“Ini termasuk pemberian oksigen, obat-obatan, vitamin, kebutuhan pokok dan kebutuhan mendesak lainnya dan bukan penumpukan unsur-unsur dasar tersebut, termasuk tabung oksigen,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *