Fakta soal vaksin covid-19 ada mikrocip adalah hoax

Sebuah video yang menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 akan mengandung mikrochip pelacak di media sosial. Faktanya, video berdurasi 3:49 menit tersebut telah dibagikan lebih dari 27.100 kali di Facebook.

Video tersebut menampilkan cuplikan dari wawancara CBN dengan Jay Walker, yang merupakan CEO Apiject, perusahaan pembuat jarum suntik. Kutipan wawancara disusun dengan pernyataan oleh Bill Gates. Berita Terkini

Di Indonesia, video serupa juga beredar. Video berdurasi 2:04 menit itu tidak hanya menampilkan kompilasi pernyataan Walker dan Gates, tetapi juga oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Video yang beredar di jejaring sosial WhatsApp memuat wawancara Najwa Shihab dengan Erick. Dalam wawancara, Najwa menanyakan tentang kemampuan Bio Farma melacak vaksin tersebut.

Video yang beredar di media sosial merupakan rumor dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi. Menurut survei Reuters, wawancara CBN dan Walker dilakukan pada Mei 2020. Berita Hari ini

Dalam sebuah wawancara dengan CBN, Walker ditanyai bagaimana chip RFID akan bekerja. Dia menjelaskan, tujuan dari chip tersebut adalah sebagai label untuk alat suntik, bukan zat yang bisa disuntikkan sendiri.

Dalam tanggapan lengkapnya, Walker membandingkan teknologi dengan kode batang atau kode batang dan mengonfirmasi bahwa mereka tidak mengandung informasi pribadi apa pun. Dia juga mengatakan bahwa microchip sepenuhnya opsional dan pemerintah Amerika Serikat belum memutuskan untuk menggunakannya. Berita Politik

Juru bicara apiject Steve Hofman juga mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa microchip ini tidak akan disuntikkan ke orang yang menerima vaksin. Dia mengatakan microchip dirancang untuk dua tujuan, yaitu untuk memungkinkan para profesional perawatan kesehatan memastikan bahwa suntikan vaksin belum kedaluwarsa dan tidak palsu.

Read More: Perbuatan sangat tidak terpuji menurut DPR mengenai video Raffi Ahmad

Reuters mengatakan video yang beredar diedit menggabungkan dua bagian pidato Gates. Dalam video yang beredar, Gates seolah mengatakan perlu adanya sistem pelacakan untuk vaksin tersebut.

Di awal wawancara, Najwa mengatakan bahwa “ada cara untuk mengetahui siapa yang disuntik dengan vaksin ini, ada kode bar”. Namun, bagian dari pernyataan Najwa ini dipotong dari video yang beredar.

Erick kemudian menjelaskan tentang barcode vaksin Covid-19, bukan microchip. Selain itu, barcode tidak disuntikkan ke tubuh, melainkan ke dalam kemasan botol vaksin. Finance Solutions

Barcode tersebut untuk memudahkan penyimpanan data dari penerima vaksin. Selain itu, vaksin diaplikasikan dua kali.

“Jadi, tahukah Anda siapa yang mendapat vaksin?” Kata Najwa.

Kemudian Erick menjawab, “Ya”.

Di bagian lain siaran, Mata Najwa juga memperlihatkan informasi palsu tentang microchip melalui suntikan vaksin.

Dengan adanya penelitian ini maka kompilasi video tentang microchip vaksin adalah scam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *