Crazy Rich Surabaya yang di kenal sebagai raja properti telah meninggal

Pengusaha Surabaya Henry Jocosity Gunawan meninggal dunia di Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Henry meninggal pada Sabtu malam (22/8/2020).

Saat artikel ini ditulis, penyebab kematian pengusaha yang dikenal sebagai “Raja Properti” itu masih dalam penyelidikan. Demikian disampaikan Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya, Handanu, seperti dilansir ANTARA (23/8). Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan di Rutan Medaeng terkait kematian Crazy Rich Surabaya. Berita Terkini

“Kami dan polisi masih melakukan penyidikan di Rutan Medaeng,” jelas Handanu saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Minggu pagi.

Semasa hidupnya, Henry memiliki beberapa usaha di bidang real estate. Ia membangun hotel bintang 5 kelas dunia di pulau Bali, bernama The Rich Prada. Selain itu, menjabat sebagai CEO PT Suryainti Permata. Semasa menjabat, ia dikenal kontroversial karena kerap terlibat konflik terbuka dengan berbagai pihak. Berita Politik

Bersama PT Gala Bumi Perkasa, salah satu perusahaan real estate yang ia dirikan, ia membangun Pasar Turi Baru. Pembangunan tersebut dilakukan setelah terbakarnya pasar grosir terbesar di Jawa Timur pada tahun 2012. Bahkan hingga saat ini, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pasar Turi masih menentang pembangunan pasar baru tersebut.

Read More: Mendidik Mahasiswa Bukan Untuk Latihan Militer, tetapi membela Negara, Wamenhan

Pada 19 Desember 2019, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan Henry bersalah. Kasusnya, yaitu pemalsuan akta otentik terkait pengakuan hutang dan perjanjian “jaminan pribadi” dengan PT Graha Nandi Sampoerna selaku kreditur sebesar Rp. 173.250 juta, yang disahkan di hadapan notaris Atika Ashibilie SH di Surabaya pada 6 Juli 2010. Ia kemudian ditahan di Rutan Medaeng karena menjalani hukuman penjara tiga tahun. Berita Hari ini

Selain kasus ini, Ketua Pasar Turi juga telah divonis dalam banyak kasus pidana lainnya. Salah satunya dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tinggi Surabaya dalam kasus penipuan jual beli tanah di Celaket, Malang, Jawa Timur.

Ia juga divonis 2,5 tahun penjara karena menipu 12 pedagang dari Pasar Turi dengan memungut sertifikat “strata title” dan biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta divonis 3 tahun penjara. oleh Pengadilan Negeri Surabaya atas penipuan terhadap tiga mitranya. dalam pembangunan Pasar Turi. Finance Solutions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *