Banser menghormati proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan agama

Barisan Ansor Serbaguna atau , rasial, dan antargolongan (SARA) Permadi Arya atau Abu Janda terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Papua Natalius Pigai.

Banser berharap kasus Abu Janda cepat selesai dan menghasilkan keputusan yang paling adil dan transparan.

Wakil Ketua Badan Koordinasi Nasional (Wakasatkornas) Banser Hasan Basri Sagala mengatakan, semua pihak harus menghormati upaya aparat kepolisian. Banser menilai, pengaduan Panglima KNPI Haris Pertama ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (28/1) itu merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Berita Terkini

Untuk itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional (Banser) menghormati langkah tersebut sebagai bagian dari upaya penegakan hukum seadil-adilnya bagi seluruh warga negara Indonesia, ”kata Hasan dalam keterangan resminya, Sabtu (30/1).

Hasan mengatakan Abu Janda terdaftar sebagai peserta diklat Banser sesuai ketentuan organisasi.

Namun, menurutnya, menjadi kader atau anggota Banser tidak terbatas pada rasa bangga mengenakan seragam, tetapi juga harus mempertahankan tiga karakter, yaitu amaliah (ibadah ritual), fikrah (cara berpikir) dan harakah (cara berpikir).

Selain itu, anggota Banser juga harus berpedoman pada empat prinsip dasar, yaitu tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil), dan tasamuh (toleran). Yang terpenting adalah moralitas, ketaatan dan ketaatan pada perintah pimpinan tertinggi Banser. Berita Hari ini

“Jadi kalau ada yang mengaku sebagai Banser, tapi sikapnya tidak sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut, tidak pantas menyebut dirinya anggota Banser,” kata Hasan.

Hasan mengatakan Abu Janda sudah lama aktif di media sosial Twitter dengan akun @ permadiaktivis1. Menurutnya, pernyataan Abu Janda yang diduga bernuansa rasial terkait Natalius Pigai pada 2 Januari 2021 itu jelas merupakan inisiatif pribadi dan murni semata. Berita Politik

“Oleh karena itu, pernyataan tersebut tidak mewakili institusi Banser. Panitia Koordinasi Nasional Banser menghormati proses yang sedang berjalan dan berharap hukum seadil-adilnya dalam kasus Permadi Arya, ”jelasnya.

Lebih lanjut, Hasan juga mengimbau semua pihak untuk menghormati prinsip persamaan di depan hukum (equality before the law).

“Kami meminta pihak yang tidak berkepentingan untuk menghentikan pernyataan yang dapat merugikan dan mengganggu proses hukum,” ujarnya. Finance Solutions

Satkornas Banser mendukung polisi dalam penuntutan kasus ini dan berharap dapat bertindak seadil mungkin. Penyelesaian kasus dugaan ujaran kebencian harus transparan dan independen atau tanpa tekanan dari salah satu pihak. Agar keadilan terlaksana dan hak warga negara di hadapan hukum juga terjaga.

“Satgas Polri juga bersedia membantu Polri dalam menyelesaikan kasus ini demi keadilan bagi seluruh warga negara,” jelas Hasan.

Hasan menegaskan, Banser senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan yang merupakan aset besar pemersatu bangsa. Banser bersama TNI, Polri, aparatur negara, dan beberapa pihak lainnya berkomitmen untuk terus berupaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *