Ambroncius Nababan Ditahan Polisi Akibat Rasisme, Selama 20 Hari ke Depan

Karo Penmas dari Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, mengatakan penyidik telah menangkap kader Partai Hanura, Ambroncius Nababan, yang diduga diduga rasisme atau SARA oleh aktivis Papua Natalius Pigai. Penahanan berlangsung selama 20 hari.

“Mulai 27 Januari hingga 15 Februari 2021. Jadi 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).

Menurut dia, surat perintah penangkapan Ambroncius Nababan dikeluarkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Siber Polri di bawah SPHan / 18 / I / 2021. Tersangka diduga melakukan tindak pidana yang bisa ditangkap. Berita Terkini

“Ini surat penangkapan yang ditandatangani penyidik ??dan juga ditandatangani tersangka atas nama AN. Yang benar, penyidik ??polisi akan menyelesaikan kasus ini secara profesional dan bertanggung jawab, ”kata Rusdi.

Dirtipid Cyber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi meminta agar tidak ada orang lain yang kurang bijak di media sosial. Seperti kasus rasisme yang mengambil gambar Partai Hanura milik Ambroncius Nababan. Berita Hari ini

Read More: Akibat Nakes Darah Tinggi, 11% Persen Vaksinasi Corona Batal karena

“Tidak lagi menyentuh jari yang mengarah pada perpecahan bangsa, terutama ras, agama, suku, golongan,” kata Slamet, Rabu (27/1/2021).

Basis penahanan

Slamet mengatakan, penangkapan dan penahanan Ambroncius didasarkan pada selesainya pemeriksaan silang terhadap saksi kriminal dan ahli bahasa. Lebih jauh, pernyataan yang dibuat di media sosial dianggap berbeda dengan kritik. Berita Politik

“Namun bentuk kritiknya berbeda. Jadi tidak dianggap mematikan bagi demokrasi dan kebebasan berekspresi,” kata Slamet.

Sebelumnya, polisi menahan kader Partai Hanura, Ambroncius Nababan, tersangka kasus dugaan rasisme atau pidato SARA kepada aktivis Papua Natalius Pigai. Penangkapan itu dilakukan setelah dilakukan penyidikan di Bareskrim Polri.

“Benarkah (dia ditangkap)”, kata Dirtipid Cyber Bareskrim Polri Brigadeiro Jenderal Slamet Uliandi, Rabu (27/1/2021).

Kapolsek Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penetapan tersangka Ambroncius dilakukan usai pemeriksaannya sebagai saksi dan lima saksi khusus lainnya, seperti ahli pidana dan linguistik.

“Jadi setelah judul perkaranya, kesimpulan dari judul perkaranya adalah menaikkan status atas nama AN menjadi tersangka,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2021).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, polisi menangkap Ambroncius Nababan untuk segera diperiksa sebagai tersangka. Finance Solutions

Ambroncius diduga melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU ITE dan juga Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial dan Etnis dan juga pasal 156 KUHP.

Ancamannya sudah lebih dari lima tahun, kata Argo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *