PBB Telah Mensahkan Lima Resolusi Gagasan Indonesia dalam Dua Tahun Ini

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengadopsi lima resolusi yang diprakarsai Indonesia dalam forum multilateral dalam dua tahun terakhir, yaitu sepanjang 2019 dan 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi kepada wartawan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/12). Berita Terkini

“Atas prakarsa Indonesia, lima resolusi berhasil disahkan, baik di Dewan Keamanan PBB maupun resolusi Sidang Majelis Umum PBB,” kata Menlu.

Mengenai lima resolusi tersebut, salah satunya adalah Resolusi 2538 dari United Nations Security Council on Women in Peacekeeping Operations.

Sedangkan empat lainnya merupakan resolusi Sidang Umum PBB, yaitu “Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan 2021”, “Solidaritas Global untuk Memerangi Covid-19”, “Kerjasama Internasional untuk Mengatasi”. tantangan yang dihadapi pelaut sebagai akibat pandemi Covid-19 untuk mendukung rantai pasokan global “dan” Kesehatan global dan kebijakan luar negeri: Memperkuat ketahanan sistem kesehatan melalui perawatan kesehatan yang dapat diakses oleh semua “. Berita Hari ini

Read More: Untuk gantikan Juliari Batubara, Risma Telah Mendapatkan Tawaran Jadi Mensos

Adopsi resolusi ini menutup kontribusi kepresidenan Indonesia terhadap Foreign Policy and Global Health Initiative tahun 2020, ujar Menlu merujuk pada resolusi Sidang Umum PBB “Global Health and Kebijakan Luar Negeri: Memperkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Melalui Perawatan Kesehatan yang Terjangkau untuk Semua “, yang akan menjadi inisiatif resolusi terbaru di Indonesia. Berita Politik

Resolusi tersebut mendorong negara-negara anggota PBB untuk memperkuat sistem kesehatan nasional melalui layanan kesehatan yang dapat diakses di semua tingkatan masyarakat, serta untuk memperkuat ketahanan kesehatan sebagai bagian integral dari kesiapsiagaan darurat.

Selain itu, negara-negara anggota juga harus membangun kemitraan yang konstruktif dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan akses ke cakupan kesehatan universal, mengenali profesional kesehatan selama pandemi, dan mendukung pendanaan untuk Akselerator Alat Akses Covid. 19 (throttle ACT). Finance Solutions

Kebijakan pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan dan inovatif juga menjadi salah satu hal yang disebutkan dalam resolusi tersebut.

“(Kelima resolusi ini) di luar resolusi yang merupakan perpanjangan dari amanat atau bahwa Indonesia memimpin pembahasan atas nama Gerakan Non Blok atau kelompok G77,” kata Menlu.

Misalnya, kata dia, Indonesia yang memimpin pembahasan Afghanistan sebagai aktor bersama di Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, di Sidang Umum PBB, Indonesia memimpin pembahasan 14 resolusi, baik atas nama Gerakan Non Blok, G77 maupun struktur kerja sama lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *